polrestuban.com – PolresTubanPoldaJatim Angin Puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Rayung, pada hari Senin (26/10/2020) sekira pukul 13.30 Wib.

Akibat dari hantaman angin yang disertai hujan lebat tersebut, bangunan kios milik Pemerintah Desa (Pemdes) Rayung yang terdiri dari 5 kios atap dan plafonnya porak poranda. Atap kios terbang terbawa angin dan jatuh menimpa atap Balai Desa Rayung yang  mengakibatkan kerusakan yang cukup parah.

Pantauan di lapangan, kios milik Pemdes Rayung yang selama ini digunakan sebagai posko Kampung Tangguh Semeru (KTS) Desa Rayung, atapnya yang terbuat dari besi galvalum sama sekali tidak tersisa, plafonnya rusak parah dan berjatuhan ke lantai.

Sedangkan Balai Desa Rayung yang terletak di depan kios kondisinya tidak jauh berbeda. Sebagian genteng pecah dan kayu-kayu penyangga patah karena tertimpa atap kios yang terbawa angin puting beliung.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan material saja yang menimpa kios dan balai desa,” jelas Kades Rayung Soetomo.

Dengan pakaian yang masih basah kuyub, Soetomo bercerita siang itu datang mendung gelap, lalu turun hujan yang disertai dengan petir. Tidak lama kemudian datang angin kencang dengan suara bergemuruh dari arah selatan. Dalam waktu singkat angin membawa terbang atap kios dan jatuh menimpa balai desa.

Mendapatkan laporan kejadian tersebut personel Polsek Senori Polres Tuban yang dipimpin oleh KaSPKT Aiptu Sugeng Waluyo segera mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan kepada warga dan melakukan pendataan kerusakan akibat bencana alam angin puting beliung.

Menurut keterangan dari Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kapolsek Senori Iptu Suganda untuk sementara bencana angin puting beliung hanya menimpa kios milik Pemdes Rayung dan Balai Desa Rayung. Rumah warga yang berada disekitar lokasi bencana dalam keadaan aman.

“Data yang kami himpun kerugian materiil yang dialami Pemdes Rayung kurang lebih Rp. 300 juta. Sedangkan korban jiwa maupun luka tidak ada” urai Iptu Suganda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here