Seorang anak bernama Farhan, 4 Tahun warga Desa Compreng Kecamatan Widang Tuban, terseret arus saat hujan deras mengguyur pada Sabtu (30/10/20) sore.
Dia ditemukan hanyut terbawa arus sekitar 100 Meter dari Jembatan kecil di Sungai (Kali Tengah) Desa setempat setelah terpeleset.
Korban ditemukan oleh pamanya (Budi Utomo) 38 Th, Yang bertempat tinggal di Desa Compreng RT 1 juta RW 03, dan segera dibawa ke Puskesmas.
Dihubungi Kontributor melalui selulernya, Kapolsek Widang AKP Totok Wijanarko, S.Pd., membenarkan adanya kejadian tersebut.
” Benar, di Desa Compreng ada kejadian anak meninggal dunia karena terjatuh saat bermain hujan. Dan saat ini petugas dari Polsek Widang sudah di TKP, ” terang Kapolsek.
Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui bermain hujan di halaman rumah kakeknya. Padahal saat itu hujan  deras mengguyur kawasan tersebut
.
Ketika peristiwa terjadi tidak ada pengawasan dari orang tua. Lalu si anak bergeser ke jembatan kecil yang berjarak sekitar 20 M dari rumah si kakek.
” Korban bermain disekitar Jembatan. Diduga karena terpeleset, korban akhirnya terseret arus hingga sejauh kurang lebih 100 M,” jelas Kapolsek.
Waktu hujan mulai reda, paman korban yang bernama Budi Utomo mencari keponakannya disekitar rumah, namun tidak ditemukan, lalu ke sekitaran sungai dan menemukan korban hanyut di sana.
” Setelah menemukan korban, Paman beserta keluarga membawakan ke Puskesmas. Meski telah berusaha, namun korban akhirnya meninggal dunia,” tambah Kapolsek.
Saat ini, jasad korban sudah dibawa pulang dari Puskesmas dan disemayamkan di rumah duka, selanjutnya untuk dikebumikan.
” Peristiwa seperti ini sudah kita antisipasi sebelumnya. Melalui Bhabinkamtimas, kita sampaikan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat terjadi hujan deras, apalagi disertai angin kencang,” tegas Kapolsek.
Terlebih warga masyarakat yang memiliki anak kecil dan keluarga yang berusia lanjut, harus lebih perhatian dan waspada, khusunya yang tinggal di dekat saluran air maupun sungai.
” Sudah memasuki musim penghujan saat ini, sekali lagi Kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, terlebih warga yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo, karena air bisa meluap sewaktu waktu, jadi harus waspada,” pungkas Kapolsek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here