Untuk menjaga situasi wilayahnya yang aman dan kondusif, Unit patroli Polsek Singgahan Polres Tuban menghampirii pemuda yang sedang nongktong di pinggir jalan Desa Mulyoagung Kecamatan Singgahan kabupaten Tuban. Sabtu malam (10/4/21)
Pada kesempatan tersebut petugas patroli menyampaikan pesan kepada para pemuda untuk selalu menjaga ketertiban dan kerukunan antar pemuda dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan keributan seperti mengendari sepeda motornya dengan tertib dan sopan santun.
“Jangan membleyer-bleyer sepeda motor dipemukiman apalagi didepan para pemuda sedang bergerombol yang tidak dikenal karena itu bisa memancing keributan.” Pesan petugas patroli.
Selain itu petugas juga menyampaikan agar pemuda untuk menghindari penyalahgunaan obat-obatan terlarang/Narkoba yang bisa berakibat pada kenakalan remaja serta jangan mudah terpengaruh dengan berita-berita bohong (Hoax) ataupun berita yang sifatnya hate speech (ujaran kebencian) yang banyak dijumpai diberbagai macam media sosial.
“Hati-hati dan bijak menanggapi pemberitaan dan tidak mudah terprovokasi serta tidak mudah menshare atau membagikan berita-berita hoak yang tidak jelas kebenarannya agar terhindar dari jerat hukum “. Pesan petugas patroli.
Selain itu petugas juga mengingatkan agar jangan bergerombol serta tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus cotona (covid-19).
Sementara itu ditempat terpisah Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono S.I.K.,S.H.,M.H melalui Kapolsek Singgahan AKP Suharto, SH mengatakan, Kegiatan tersebut dilakukan guna menciptakan situasi wilayah hukum Polsek Singgahan tetap aman dan kondusif.
“Ini malam minggu sehingga banyak para pemuda yang menggunakan waktunya untuk kumpul di pinggir jalan untuk itu kegiatan tersebut akan dilakukan secara terus menerus agar terwujudnya generasi pemuda yang baik dan bermanfaat bagi bangsa ini serta agar pemuda terhindar dari jerat hukum. Tegas Kapolsek Singgahan
Ditengah pandemi Covid -19 ini kegiatan tersebut juga dilakukan guna mencegah penyebaran virus tersebut karena akan rawan sekali penularanya apabila bergerombol untuk itu petugas juga tidak akan segan-segan untuk memberikan hukuman fisik seperti push up maupun angkat kaki sebelah. Tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here