Tuban – Jajaran Kepolisian Resor Tuban menggelar doa bersama di Masjid Baitul Mu’min Polres Tuban Usai Pelaksanaan sholat tarawih, Senin malam (26/04)

Doa bersama yang diawali dengan sholat ghaib tersebut ditujukan untuk mendoakan 53 korban tenggelamnya KRI Nanggala 402 milik Indonesia di perairan laut Bali pada Jum’at (23/04) lalu.

KRI Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu (21/04), dari hasil pencarian yang dilakukan selama tiga hari terakhir, kapal selam buatan Jerman tersebut dinyatakan tenggelam.

Dua diantara 53 awak yang menjadi Korban merupakan putra kelahiran Tuban yaitu Serka Bah. Ruswanto (30) asal dusun Sidorejo desa Gaji Kecamatan Kerek serta KLS Isy. Raditaka Margiansyah (27) asal dusun Kesamben timur Desa Kesamben Kecamatan Plumpang yang masih berstatus lajang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., para Pejabat Utama serta anggota Kodim 0811 dan puluhan anggota Polres Tuban. Selain itu juga hadir 4 (empat) personel TNI AL yang bertugas di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir di Kec. Bancar , Kab. Tuban.

Dalam kegiatan tersebut Polres Tuban juga mengundang perwakilan dari keluarga kedua korban untuk ikut dalam doa bersama, diantaranya Heri Sulistyono (50) Paman dari Almarhum KLS Isy. Raditaka Margiansyah serta Sugianto (42) Sepupu dari Almarhum Serka Bah. Ruswanto.

Selain Mengadakan doa bersama, Kapolres Tuban juga memberikan tali asih kepada Keluarga almarhum yang hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, tampak juga papan bunga ucapan duka cita untuk keluarga almarhum di kediaman keluarga korban.

Usai Kegiatan doa bersama Heri Sulistyono paman dari almarhum KLS Isy. Raditaka Margiansyah menceritakan seminggu sebelum kejadian, almarhum sempat pulang untuk berpamitan kepada keluarga, ia menjelaskan ada sesuatu yang berbeda pada tingkah laku almarhum.

“Seminggu sebelum kejadian, Almarhum sempat pulang ke Plumpang untuk berpamitan pada Keluarga” terang Heri Sulistyono.

“Ada yang berbeda, Sama Ibunya sangat perhatian pak tidak seperti biasa, Ibunya dibelikan peralatan sholat, mau kemana-mana Ibunya selalu diantar padahal biasanya tidak seperti itu” Imbuhnya

Heri Sulistyono pun mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Tuban atas perhatian yang diberikan dengan mengadakan doa bersama

“Terimakasih buat Bapak Kapolres Tuban atas perhatian dan kepeduliannya yang telah mengadakan doa bersama baik di Polres maupun di rumah duka” Pungkasnya.

Ditempat yang sama AKBP Ruruh menjelaskan bahwa doa bersama ini dalam rangka penghormatan kepada 53 awak maupun kru yang menjadi korban tenggelamnya KRI Nanggala 402.

“Doa ini sebagai bentuk penghormatan kepada 53 awak kapal maupun kru yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Nanggala 402 di perairan Bali. Selamat Jalan para kesatria, selamat berlayar menuju keabadian” Ucapnya

“Semoga semua korban Husnul Khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan serta ketabahan” Pungkasnya Polisi kelahiran Kabupaten Ngawi itu

Seperti diketahui KRI Nanggala 402 merupakan kapal selam buatan Jerman tersebut membawa 53 awak dan kru yang akan melaksanakan latihan hilang kontak (submiss) pada Rabu (21/04) dan resmi dinyatakan tenggelam (subsunk) pada Jum’at (23/04) serta ditemukan di kedalaman 838 meter di perairan Utara laut Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here