Senori – Razia warga masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan secara kontinyu digelar oleh tim gabungan di jalan umum maupun lokasi-lokasi yang menjadi tempat nongkrong warga. Razia ini digelar sebagai bentuk kampanye dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19.

Semua warga masyarakat baik itu di jalan umum maupun di warung makan dan warung kopi dan pemilik warung yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker, membuat kerumunan menjadi sasaran anggota gabungan.

Kali ini tim gabungan sendiri berasal dari anggota Polsek Senori Polres Tuban,TNI dari Koramil 0811/17 Senori dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kec, Senori mendatangi kerumuman pemuda yang sedang nongkrong di pinggir jalan Desa Wanglu Kulon Kec, Senori, Jum’at (9/4/2021) malam.

Mereka yang melanggar protokol kesehatan, selain didata, juga mendapatkan sanksi sosial, sesuai dengan Inpres No. 6 Tahun 2020 dan Perbup Tuban No. 65 Tahun 2020. Beberapa sanksi yang diterapkan yakni menyanyikan lagu nasional dan juga mengucapkan Pancasila. Bahkan juga ada yang disanksi push up.

“Lupa bawa masker, tadi hanya mau ngopi sebentar,” ujar Tangin warga Desa Wanglu Kulon Kec, Senori.

Karena tidak memakai masker, dia dan warga lain yang tidak memakai masker pun diminta untuk menyanyikan lagu Garuda Pancasila dan melakukan push up dengan dipandu oleh aparat keamanan.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono melalui Kapolsek Senori Iptu Suganda mengatakan, jika operasi tersebut dilakukan sebagai kampanye penggunaan masker, dan protokol kesehatan pengendalian dan penyebaran Covid-19.

“Memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya penggunaan masker dan wajib menggunakan masker pada pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dengan kampanye ini, maka diharapkan masyarakat akan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Operasi masker ini juga akan terus dilaksanakan secara berkala, dan di beberapa tempat keramaian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here