Senori – Lagi asyik-asyik ngopi sambil bercengkrama, sekelompok pemuda warga Desa Wanglu Kulon Kec, Senori tiba-tiba di datangi oleh tim gabungan dari Polsek Senori Polres Tuban dan Koramil Senori, Rabu (3/11/2021) malam.

Alhasil para pemuda pun kaget dan sedikit panik melihat kedatangan tim gabungan. Pasalnya maksud kedatangan tim gabungan ke lokasi warung kopi (warkop) milik warga desa setempat tersebut adalah dalam rangka operasi yustisi PPKM Level 3.

Sewaktu tim gabungan sampai dilokasi yang dimaksud, masih ditemukan warga yang tidak patuh protokol kesehatan, diantaranya banyak yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Mereka yang diketahui tidak menggunakan masker, selain didata, juga mendapatkan sanksi sosial, sesuai dengan SE Bupati Tuban No. 367 Tahun 2021 dan SE Gubernur Jatim Tuban No. 451 Tahun 2021. Beberapa sanksi yang diterapkan yakni menyanyikan lagu nasional hukuman fisik berupa kerakan skot jump juga ada yang disanksi push up.

“Niatnya mau ngopi dan ngumpul bersama warga yang lain, tadi lupa tidak memakai masker,” ujar yudis salah seorang warga Desa Wanglu Wetan.

Karena tidak memakai masker, dia dan pemuda lain yang tidak memakai masker pun diminta untuk menyanyikan lagu nasional dan melakukan push up oleh petugas dari tim gabungan.

Kapolres Tuban AKBP Darman melalui Kapolsek Senori AKP Ali Kanapi, S.H., mengatakan, jika operasi yustisi tersebut dilakukan sebagai kampanye pendisiplinan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

“Memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya penggunaan masker dan wajib menggunakan masker pada pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dengan kampanye ini, maka diharapkan masyarakat akan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Operasi yustisi masker ini juga akan terus dilaksanakan secara berkala, dan di beberapa tempat keramaian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here