Bhabinkamtibmas Desa Kedungharjo Bripka Mujianto meminta kepada pengguna transportasi tradisional perahu penyeberangan di sungai Bengawan Solo agar hati-hati dan waspada saat turun hujan.
Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk keselamatan warga di desa binaan agar tidak terjadi musibah, perahu tenggelam akibat terseret arus.
“Lokasi penyeberangan tradisional yang ada di Desa Kedungharjo ini adalah salah satu jalur penghubung antara Wilayah Kecamatan Widang Kabupaten Tuban dengan  Wilayah Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan provinsi Jawa Timur,” ucapnya, Jum’at (06/11/20).
Masyarakat, lebih suka memilih jalur penyeberangan sungai karena waktu yang ditempuh lebih singkat, kalau memakai jalur darat memerlukan waktu yang relatif lama. Meski tidak semua menggunakan jalur penyeberangan, akan tetapi tetap menjadi perhatian kita.
“Kami beri imbauan kepada warga masyarakat, pada kesempatan pembagian bantuan BLT di Balai Desa, hal ini agar mereka lebih waspada dan hati-hati. Lebih baik menghindari jalur tersebut apalagi saat turun hujan,” tambah Bripka Mujianto.
Lebih lanjut Bripka Mujianto yang keseheriannya bertugas di Polsek Widang sebagai Kanit Binmas, juga menyampaikan pesan Kapolsek AKP Totok Wijanarko, S.Pd., supaya Warga yang memiliki anak kecil dan lansia supaya lebih perhatian.
” Jangan biarkan anak-anak bermain di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo, apalagi saat turun hujan, ini sangat berbahaya, karena bisa terjatuh dan hanyut. Demikian pula kepada orang yang sudah lansia, sebaiknya tidak beraktivitas di sungai seperti mandi, ini sangat rawan,” pesan Bripka Mujianto.
Yang paling utama adalah menjaga keselamatan. Mari kita jaga keluarga agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan. Dalam kesempatan tersebut, Bripka Mujianto juga mengajak warga di desa binaan untuk menerapkan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran Covid’19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here