polrestuban.com- Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro oleh Pemerintah selama 2 minggu sejak Selasa (09/02) hingga tanggal 22 Februari lalu bertujuan untuk melakukan pengawasan, pencegahan serta pengendalian COVID-19 di lingkungan RT/RW.

Sebagaimana sudah dijelaskan di dalam Inmendagri no 3 tahun 2021 bahwa PPKM Mikro dilakukan melalui koordinasi antara seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Ketua RT/RW, Kepala Desa/Lurah, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu (Posyandu), Dasawisma, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Penyuluh, Pendamping, Tenaga Kesehatan, dan Karang Taruna serta relawan lainnya.

Hari ini Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., bersama Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon, S.E., M.I.Pol., serta para PJU Polres Tuban melaksanakan Pengecekan Posko PPKM mikro di beberapa lokasi, Sabtu (13/02).

Lokasi yang menjadi sasaran pengecekan antara lain posko PPKM Mikro di desa Beji sekaligus penambahan Kampung Tangguh Semeru (KTS) di wilayah Kecamatan Jenu, kecamatan palang, serta kelurahan latsari di kecamatan tuban kota.

Kapolres beserta rombongan juga melaksanakan Pengecekan tempat isolasi, tracing terhadap tamu yang masuk lokasi serta cara penanganan kasus Covid-19.

Kegiatan tersebut menindaklanjuti Inmendagri nomer 3 tahun 2021 tentang PPKM Mikro dan Pembentukan Posko COVID-19 Desa dan Kelurahan untuk pengendalian Penyebaran COVID-19, hal itu dijelaskan oleh AKBP Ruruh saat dilokasi pengecekan.

” Hari ini Kita Cek Pelaksanaan implementasi PPKM mikro sesuai Inmendagri dan surat edaran Gubernur serta surat edaran Bupati” ucap Ruruh.

“Pasien yang terkonfirmasi positif Kita petakan sampai tingkat RT, kemudian kita buat zonasi sesuai Inmendagri nomer 3, yang mana di satu RT apabila ditemui 1 sampai 5 warga yang terkonfirmasi posistif itu nanti masuk zona kuning, jika ada 6 sampai 10 orang masuk zona orange dan jika diatas 10 orang masuk zona merah, namun menjadi zona hijau bila tidak ada yang terkonfirmasi” jelasnya.

“Semua Kapolsek bersama Muspika , serta perangkat Desa dibantu tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda telah mendirikan Posko PPKM Mikro, menenntukan pengurus serta melaksanakan tugas sebagamaiana telah diatur pada Instruksi Mendagri yang telah ditindaklanjuti hingga Surat Edaran Bupati tentang pelaksanaan PPKM” terang Polisi Kelahiran Ngawi itu.

“Dengan adanya PPKM mikro ini harapannya agar semua peduli sampai dengan tingkat RT, jadi yang di isolasi kita pastikan berapa lama dirawat dan kapan dia sembuh dan kapan dinyatakan sehat” Pungkasnya.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sendiri sebagaimana dimaksud dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT dengan kriteria sebagai berikut:

a. Zona Hijau dengan kriteria tidak ada kasus COVID-19 di satu RT, maka skenario pengendalian dilakukan dengan surveilans aktif, seluruh suspek di tes dan pemantauan kasustetap dilakukan secara rutin dan berkala;

b. Zona Kuning dengan kriteria jika terdapat 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 (tujuh) hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat;

c. Zona Oranye dengan kriteria jika terdapat 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 (tujuh) hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat, serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial; dan

d. Zona Merah dengan kriteria jika terdapatlebih dari 10 (sepuluh) rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 (tujuh) hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah pemberlakuan PPKM tingkat RT yang mencakup:

1. menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat;

2. melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat;

3. menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umumlainnya kecuali sektor esensial;

4. melarang kerumuman lebih dari 3 (tiga) orang;

5. membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga Pukul 20.00; dan

6. meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumuman dan berpotensi menimbulkan penularan,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here